
Oleh: Sathya Premadasa 94
Tema Hari Yoga Internasional 2025
yang jatuh pada 21 Juni 2025 adalah Yoga untuk Satu Bumi, Satu Kesehatan . Hal
ini diumumkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato Mann Ki Baat pada
tanggal 30 Maret 2025. Tema ini menekankan hubungan erat antara kesehatan
individu dan kesehatan planet, serta pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Tema
ini juga sejalan dengan filosofi India kuno, Vasudhaiva Kutumbakam, yang
berarti "dunia adalah satu keluarga.
Secara lebih rinci, tema ini
menyoroti: Pertama, Keterkaitan kesehatan pribadi dan kesehatan planet:Yoga
membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran, yang pada akhirnya
berkontribusi pada kesehatan lingkungan. Kedua, Pentingnya gaya hidup
berkelanjutan: Dengan meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab, yoga
mendorong pilihan gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Ketiga,
Penyatuan global dan kesejahteraan mental: Yoga dapat menjadi alat untuk
mencapai kedamaian batin dan kesatuan dengan diri sendiri serta lingkungan
sekitar. Keempat, Pendekatan holistik terhadap kesehatan:
Yoga tidak hanya berfokus pada
kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental dan spiritual, serta kesehatan
lingkungan. Dengan demikian, tema Hari Yoga Internasional 2025 mengajak semua
orang untuk merayakan praktik yoga sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan
diri dan bumi tempat kita tinggal.
Makna Yoga
Secara etimologi, kata “yoga” berasal dari bahasa Sansekerta Kuno yakni “yuj” yang berarti penyatuan; lebih mengarah pada simbol kesadaran dan penyatuan atman (purusa) dengan Brahman (Paramatman/ Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai “citta vrtti nirodhah”, artinya mengendalikan gerak-gerik pikiran atau cara untuk mengendalikan tingkah laku pikiran yang cendrung liar, bias, dan melekat terpesona oleh aneka ragam objek (yang dikhayalkan) dan memberikan kepuasan kepada panca indra. Praktik yoga menghentikan gerak pikiran sehingga melalui ini maka seseorang akan lebih baik dalam mengenal tubuh, pikiran, jiwa, dan keseluruhan aspek yang ada pada dirinya serta dapat membuatnya semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Yoga adalah sebuah praktik
spiritual dan fisik yang berasal dari India kuno. Yoga bertujuan untuk
menyatukan tubuh, pikiran, dan jiwa, serta untuk mencapai kesadaran akan
kesatuan dengan diri sendiri dan dengan alam semesta. Namun, yoga saat ini
lebih dimaknai sebagai aktivititas yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
dan kesejahteraan tubuh dengan melibatkan aktivitas fisik, latihan pernapasan,
teknik relaksasi dan latihan meditasi. Yoga dipraktikkan dalam berbagai bentuk
dan aliran di seluruh dunia dan terus tumbuh popularitasnya.
Ada delapan tahapan yang mesti
ditempuh dalam melaksanakan yoga (Ashtangga Yoga) yang diajarkan dalam buku
Yoga Sutra Patanjali. Kedelapan tahapan dari Ashtangga Yoga itu adalah Yama
(pengendalian diri unsur jasmani), Nyama (pengendalian diri unsur-unsur
rohani), Asana (sikap tubuh), Pranayama (latihan pernafasan), Pratyahara
(menarik semua indrinya kedalam), Dharana (telah memutuskan untuk memusatkan
diri dengan Tuhan), Dhyana (mulai meditasi dan merenungkan Sang Hyang Widhi
Wasa), dan Samadhi (telah mendekatkan diri untuk menyatu, kesendirian yang
sempurna untuk merealisasikan diri).
Yoga asana adalah tahapan
ketiga dari Ashtangga Yoga sebagai suatu keadaan tubuh dimana kita tetap
mantap, tenang, santai dan nyaman baik secara fisik maupun mental. Yoga asana
memiliki arti yang lebih bernilai dalam perkembangan fisik, mental dan kepribadian
spiritual. Dengan melakukan yoga asana akan membebaskan kita dari segala
penyakit yang terkait dengan kehidupan modern, seperti sembelit, encok,
kekakuan, kekecewaan dan ketegangan. Pada mulanya ada 8, 4 juta asana, dan dari
jumlah ini hanya 84 yang dibicarakan secara terperinci, dan hanya 32 yang biasa
diingat karena berguna bagi masyarakat modern.
Latihan Yoga asana biasanya
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok tingkat pemula, menengah dan tinggi.
Yang termasuk kelompok pertama antara lain rangkaian pavanamuktasana, savasana,
vajrasana, marjariasana, sasankasana dan lain-lain, serta asanas sebelum dan
saat meditasi. Kelompok kedua meliputi yoga mudra, surya namaskara, sasanka
bhujangasana, yoga mudra asana, matsyasana, sarvangasana, halasana,
dhanurasana, ardha matsyendrasana, dan sebagainya. Sedangkan kelompok ketiga
perlu bimbingan guru biasanya meliputi purna bhujanggasana, purna salabhasana,
purna dhanurasana, sirsasana (dan beberapa variasinya), mayurasana, hanumasana,
brahmacaryasana, tadasana dan sebagainya.
Asana yang melibatkan berbagai
pose dan gerakan itu dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot
dan keseimbangan tubuh. Dengan rutin berlatih asana, seseorang dapat
mengembangkan tubuh yang lebih kuat dan sehat.
Yoga Untuk Satu Bumi
Yoga ditetapkan dalam Daftar
Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2016. Filosofi di
balik praktik yoga India kuno telah memengaruhi berbagai aspek tentang
bagaimana masyarakat di India berfungsi, baik dalam kaitannya dengan bidang-bidang
seperti kesehatan dan pengobatan atau pendidikan dan seni. Berdasarkan
penyatuan pikiran dengan tubuh dan jiwa untuk memungkinkan kesejahteraan
mental, spiritual, dan fisik yang lebih baik, nilai-nilai yoga membentuk bagian
utama dari etos masyarakat.
Yoga Untuk Satu Bumi sangat erat
berkaitan dengan filosofi India kuno, Vasudhaiva Kutumbakam, yang berarti
"dunia adalah satu keluarga.
"Vasudhaiva Kutumbakam"
(िसयधैि कयटयम्बकम्) adalah sebuah
konsep dari filsafat Hindu yang berarti "Dunia adalah Satu Keluarga".
Konsep ini menekankan pada kesatuan dan persaudaraan universal, serta gagasan
bahwa semua makhluk hidup di bumi adalah bagian dari satu keluarga besar.
Konsep ini menekankan pentingnya
kesadaran akan kesatuan dan keterhubungan antara semua makhluk di dunia.
Vasudaiva Kutumbhakam mengajarkan bahwa kita semua adalah bagian dari satu
keluarga besar, dan bahwa kita harus hidup dalam harmoni dan saling menghormati.
Dalam konteks yoga, "Yoga
for Vasudhaiva Kutumbakam" mengacu pada bagaimana praktik yoga dapat
membantu mewujudkan persatuan dan harmoni di antara semua orang di dunia. Semua
makhluk hidup, terhubung dan saling terkait. Tidak ada pemisahan antara satu
orang dengan yang lain atau antara satu bangsa dengan bangsa lain.
Konsep ini dapat
diimplementasikan melalui berbagai cara, seperti: Gotong royong: Bekerja sama
dalam membangun komunitas dan membantu sesama. Toleransi: Menghormati perbedaan
agama, budaya, dan keyakinan. Empati: Merasakan dan memahami perasaan orang lain.
Kerjasama: Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Yoga, dengan penekanannya pada
kesadaran diri, keseimbangan, dan koneksi antara tubuh, pikiran, dan jiwa,
dapat menjadi alat untuk mewujudkan konsep "Vasudhaiva Kutumbakam".
Konsep "Vasudhaiva Kutumbakam" juga menjadi tema kepresidenan India
untuk G20 pada tahun 2023, yang menekankan pada "Satu Bumi, Satu Keluarga,
Satu Masa Depan". Singkatnya, "Vasudhaiva Kutumbakam" adalah
konsep filosofis yang kuat yang mendorong persatuan dan persaudaraan global,
dan yoga dapat menjadi sarana untuk mewujudkan visi ini.
Kaitan antara Yoga dan Vasudaiva
Kutumbhakam:
Yoga Untuk Satu Bumi dan
Vasudaiva Kutumbhakam memiliki beberapa kaitan yang erat: Pertama, Kesadaran
akan kesatuan: Yoga dan Vasudaiva Kutumbhakam sama-sama menekankan pentingnya
kesadaran akan kesatuan dan keterhubungan antara semua makhluk di dunia. Kedua,
Harmoni dengan alam: Yoga dan Vasudaiva Kutumbhakam mengajarkan bahwa kita
harus hidup dalam harmoni dengan alam semesta dan dengan sesama makhluk.
Ketiga, Pengembangan kesadaran: Yoga dan Vasudaiva Kutumbhakam sama-sama
bertujuan untuk mengembangkan kesadaran akan diri sendiri dan akan kesatuan
dengan alam semesta. Keempat, Keseimbangan dan harmoni: Yoga dan Vasudaiva
Kutumbhakam menekankan pentingnya keseimbangan dan harmoni dalam hidup, baik
secara fisik, mental, maupun spiritual.
Dalam konteks satu bumi, Yoga dan
Vasudaiva Kutumbhakam dapat menjadi landasan filosofis untuk membangun
kesadaran akan kesatuan dan keterhubungan antara semua makhluk di dunia. Dengan
mempraktikkan Yoga dan mengamalkan prinsip Vasudaiva Kutumbhakam, kita dapat
mencapai kesadaran akan kesatuan dan harmoni dengan alam semesta, serta
membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama makhluk.
Yoga Untuk Kesehatan Holistik
Yoga dan kesehatan holistik
memiliki hubungan erat, di mana yoga dipandang sebagai praktik yang holistik
karena menggabungkan aspek fisik, mental, dan spiritual. Kesehatan holistik, di
sisi lain, adalah pendekatan yang mengakui bahwa kesehatan yang optimal
melibatkan keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa, serta faktor-faktor
lain seperti lingkungan sosial dan spiritual.
Yoga telah terbukti memiliki
hubungan yang signifikan dengan kesehatan holistik, yaitu kesehatan yang
mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Dengan menggabungkan yoga dengan
praktik kesehatan holistik lainnya, seperti pola makan sehat, manajemen stres,
dan gaya hidup aktif, individu dapat mencapai keseimbangan dan kesehatan yang
optimal. Yoga, dengan berbagai tekniknya seperti asana (postur tubuh),
pranayama (pengaturan pernapasan), dan meditasi, membantu menciptakan
keseimbangan dan harmoni dalam diri seseorang.
Berikut adalah penjelasan ilmiah
tentang hubungan yoga dengan kesehatan holistik:
Aspek Fisik:
- Mengurangi stres dan kecemasan: Yoga telah terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan dengan menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan produksi neurotransmitter seperti GABA dan serotonin.
- Meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan: Yoga dapat meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh serta membantu mengurangi nyeri kronis dan risiko cedera.
- Mengurangi peradangan: Yoga telah terbukti dapat mengurangi peradangan kronis, yang dapat membantu mencegah penyakit seperti diabetes, kardiovaskular, dan kanker.
Aspek Mental:
- Meningkatkan kesadaran dan fokus: Yoga dapat meningkatkan kesadaran dan fokus dan konsentrasi dengan melatih menenangkan pikiran untuk tetap hadir dan tidak terganggu.
- Mengurangi gejala depresi: Yoga telah terbukti dapat mengurangi gejala depresi dengan meningkatkan produksi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin dan membantu meredakan stres, kecemasan, dan depresi.
- Meningkatkan kualitas tidur: Yoga dapat meningkatkan kualitas tidur dengan mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan produksi melatonin.
Aspek Spiritual:
- Meningkatkan kesadaran spiritual: Yoga dapat meningkatkan kesadaran spiritual dengan membantu individu untuk terhubung dengan diri sendiri dan alam semesta serta meningkatkan kesadaran diri dan rasa syukur.
- Mengurangi stres dan kecemasan: Yoga dapat mengurangi stres dan kecemasan dengan meningkatkan produksi neurotransmitter seperti GABA dan serotonin, yang dapat membantu individu merasa lebih tenang dan damai.
- Meningkatkan rasa syukur dan kepuasan: Yoga dapat meningkatkan rasa syukur dan kepuasan dengan membantu individu untuk fokus pada hal-hal positif dalam hidup.
Mekanisme Biologis:
- Sistem saraf: Yoga dapat mempengaruhi sistem saraf dengan meningkatkan produksi neurotransmitter seperti GABA, serotonin, dan dopamin, yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
- Sistem endokrin: Yoga dapat mempengaruhi sistem endokrin dengan mengurangi produksi hormon stres seperti kortisol, dan meningkatkan produksi hormon yang terkait dengan relaksasi dan kebahagiaan.
- Sistem imun: Yoga dapat mempengaruhi sistem imun dengan mengurangi peradangan kronis dan meningkatkan produksi antibodi.
Kesehatan holistik yang
menekankan pentingnya keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan, bisa
diintegrasikan dengan yoga sebagai metode yang ampuh untuk mencapai
keseimbangan tersebut melalui: Pertama, Pendekatan Komprehensif: Yoga membantu
mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari masalah fisik seperti nyeri
punggung dan masalah pencernaan, hingga masalah mental seperti stres dan
kecemasan. Kedua, Pencegahan Penyakit:Yoga dapat membantu mencegah penyakit
neurodegeneratif dan kronis dengan meningkatkan daya ingat, fungsi kognitif,
dan respon imun. Ketiga, Meningkatkan Kualitas Hidup: Dengan menciptakan
keseimbangan dalam diri, yoga dapat meningkatkan kualitas hidup secara
keseluruhan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Dengan demikian, yoga memiliki
hubungan yang signifikan dengan kesehatan holistik, yaitu kesehatan yang
mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Dengan mempraktikkan yoga secara
teratur, individu dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Selamat Hari Yoga Internasional,
Namaste!
योगस्थुः
कुरु कमााहि सङ्गं त्यक्त्वा धनञ्जय । हसद्ध्यहसद्ध्योुः समो भूत्वा समत्वं योग उच्यते ॥
Yogasthaḥ kuru karmāṇi Saṅgaṁ
tyaktvā dhanañjaya Siddhy-asiddhyoḥ samo bhūtvā Samatvaṁ yoga ucyate
“Wahai Arjuna, berbuatlah
dengan berlandaskan yoga, lepaskan keterikatan, bersikaplah seimbang dalam
keberhasilan maupun kegagalan. Keseimbangan batin itulah yang disebut yoga.”
Bhagavad Gītā Bab II, Sloka 48
Tidak ada komentar:
Posting Komentar