Mantra Lalita Tripurasundari:
“Om Sri Lalitha Mahatripura Sundari Dewiyai NamahOm hreem shreem kleem paraapare tripure sarvameepsitam saadhaya svaahaa”.
Mantra Lalita Tripura Sundari ini adalah doa sangat suci memuja Dewi Sri Lalita, yang merupakan wujud keindahan dan energi kosmik tertinggi, pemujaan guna mendapatkan berkah kemakmuran, perlindungan dan juga pencerahan serta kesadaran spiritual sangat tinggi.
Mantra Veda Gabungan 100 Suku Kata adalah, Gayatri, Durga Suktam dan Mrithyumjaya : Mantra Veda gabungan dibawah ini juga bisa digunakan sebagai alat untuk kebangkitan cakra, kundalini dan elevasi kesadaran terkait penerapan metode Sri Vidya,
Mantranya:
“Tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi, dhiyo yo nah pracodayāt, pare rajase savadom, jāta vedase sunavāma somamarātīyato nidahāti vedah, sanah parpadati durgāņi viśvā nāveta sindhum duritātyagnih. Tryambakam yajamahe sugandhim pustivardhanam, urvarukamiva bandhanāt mṛtyormuksiya māmritāt,” .
Mantra Veda Sri Vidya ini terdiri dari seratus huruf secara keseluruhan adalah Vidya Tertinggi. Tiada lain adalah Parameśvari, atau Tripura itu sendiri. Diantara mantra diatas, bait pertama berurusan dengan penjelasan keagungan dari Para-Brahman. Bait kedua terkoneksi dengan Mahima Śakti. Bait ketiga berkaitan dengan keagungan Shiva Sendiri.
Di dalam skema Vidyaa, semua dunia, semua Veda, semua Śaastra, semua Purana dan semua Dharma telah diturunkan melalui Sri Vidya, yang keluar bercahaya sendiri yang tiada lain merupakan gabungan Shiva dan Sakti.
Mari kita simak bagaimana makna tersembunyi dari semua sloka sloka tersebut. Tat adalah kata agung yang berarti Para-Brahman itu Sendiri, Keabadian. Itu merupakan simbul yang digunakan, bahwa Tuhan berada melampaui semua ketentuan- ketentuan dan perbantahan-perbantahan. Tuhan adalah perwujudan Pengetahuan Tertinggi itu sendiri. Karena itu manusia bisa diterima dengan baik , jika mengupayakan Pengetahuan Mutlak, yang tiada lain Shiva yang agung, itu selalu diinginkan oleh orang suci, para Yogi, Siddha, Sadhu, Muni, Pertapa,
Bagaimana secara lebih detail pengetahuan Sri Vidya itu diaplikasikan ?, Sri Vidya itu sesungguhnya merupakan sebuah tradisi spiritual yang berasal dari Himalaya yang berfokus pada penyembahan Dewi Lalita Tripurasundari, aspek feminin Shiva dari kesadaran tertinggi . Para Rishi Himalaya telah mengembangkan metode Sri Vidya yang unik, yang melibatkan praktik meditasi, mantra, dan juga ritual. Lalu terkait afirmasi yantra, untuk mengoptimalkannya, maka digunakanlah Sri Cakra. Sri Cakra itu adalah sebuah simbol geometris yang sangat ngemach, bila dipasangkan dengan Sri Vidya, yang merepresentasikan struktur alam semesta dan kesadaran tertinggi. Adapun, Sri Cakra itu terdiri dari 9 segitiga yang saling berpotongan, yang merepresentasikan 9 aspek Dewi Sri Lalita.
Dewi Sri Lalita, juga dikenal sebagai Lalita Tripurasundari, adalah sebuah aspek feminin dari kesadaran tertinggi dalam tradisi Sri Vidya. Dia merupakan Sakti, atau energi feminin, yang terikat pasangan maskulinnya dewa Shiva.
Nah, dalam mitologi Hindu, Dewi Lalita dianggap sebagai sakti Shiva, dan merupakan aspek feminin dari kesadaran tertinggi yang terhubung dengan Shiva. Shiva dan Shakti (Dewi Lalita) adalah dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dari kesadaran tertinggi, skemanya Shiva merepresentasikan aspek maskulin dan Shakti Dewi Lalita, adalah aspek femininnya.
Karena itu tradisi Sri Vidya menganggap, Dewi Sri Lalita sebagai aspek tertinggi dari Shakti, dan merupakan sumber dari semua energi dan kesadaran. Dia sering digambarkan sebagai seorang ratu sangat cantik dan berkuasa, yang memerintah alam semesta dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.
Terkait Cakra yadnya terdapat penciptaan keinginan. Jadi, Tuhan yang keberadaanya melampaui semua keinginan, ternyata masih menginginkan dan sedang menginginkan. Ia menciptakan daftar abjad dari bahasa, karena itu, Tuhan adalah "Kama" atau keinginan. Hindu mengartikan Kāma disebut "Ka" Jadi kata "Tat" artinya "Ka". Ini adalah arti dari kata "Tat"
“Savituh” berasal dari Sanskrit akar-kata “Sunj Praniprasave Yang artinya Pencipta dari semua makhluk. Ia adalah Kekuatan hebat. Kekuatan berarti Śakti. Śakti atau Devi yang hebat disebut Tripura, ia adalah mewujud Mahākundalini (Yantra). Jadi, bola api (dan matahari) harus diketahui oleh kecerdasan. Sakti ini atau kekuatan Trikona (wujud segi tiga) tampak mengeluarkan huruf "E". Oleh karena itu kita harus belajar kata "E" dari kata "Savituh"
"Varenyam" berarti yang adalah patut disembah dan dipuja karena tidak binasa. Oleh karena itu, dapat dimengerti bahwa huruf "E" harus diambil dari kata "Varenyam". "Bharga" dan "Dhimahi" sekarang akan dikomentari Kata "Dha" berarti Dhāraņā atau konsentrasi. Tuhan dipusatkan oleh "Dhi" atau kecerdasan atau Buddhi. "Bharga" adalah Tuhan itu Sendiri yang dapat dimengerti hanya oleh pencapaian ke empat atau Avasta, suatu Keberadaan" yang menyusup semua aspek. Huruf itu menjelaskan tingkatan ke empat disebut “ Aku" itu arti sebenarnya dari makna kata-kata mantra diatas. Kita sekarang akan membicarakan kata "Mahi" "Mahi" berarti keagungan, dicita-citakan, kekuatan, sukar dihilangkan, dan inti diperuntukkan kepada elemen yang memiliki semua kualitas-kualitas ini. Itu adalah bumi yang dijelaskan oleh huruf "La" Ini adalah keadaan Tertinggi. Jadi, Lakara ini menunjukkan kualitas bumi di dalam keberadaannya sebagai perwujudan dari semua lautan, hutan gunung-gunung dan tujuh benua. Karena itu wujud Dev menyebut bumi, adalah istilah "Mahi",
Sekarang tentang "Dhiyo Yo Nah Pracodayat”Para atau Hakekat Tertinggi Yang Tak Terhancurkan, Roh Kekal. Arti yang mendasari disini adalah ini. Kita harus menyadari wujud tetap dari Lakara atau Jyotirlinga atau Tuhan Shiva adalah sesuatu paling tinggi yang selalu ada di mana-mana. Disini, tidak ada keinginan untuk setiap Dhyana apapun. Itu melampaui semua Dhyana. Jadi, sang Nara, manusia meminta Tuhan mengarahkan pikiran kita ini dibangun di dalam Keadaan Nirvikalpa.
Maksudnya kondisi yang terlepas dari pemikiran sama sekali. Usaha itu seharusnya tidak dilakukan melalui mulut, melainkan semata mata harus dipikirkan di dalam pikiran.
Kemudian "Paro Rajase Sāvadom". Setelah bermeditasi pada wujud Kebenaran Tertinggi, disana akan keluar cahaya besar, murni dan penuh kebahagiaan, penuh pengetahuan yang tenang berdiam di dalam hati. Ini adalah esensi dari semua bahasa dan Pengetahuan. Ini adalah Śakti Sesungguhnya. Dan ini juga disebut Pancaksara, karena itu adalah pencipta Pañca Bhūta atau lima unsur prakerti. Paradigma itu harus dimengerti benar oleh kecerdasan.
Itu adalah Vidyā memberikan semua keinginan-keinginan kepada bhakta, yogi, siddha, sadhu, muni. Jadi, setelah mengerti di dalam aspek sesungguhnya, Vidya yang terdiri dari 32 huruf itu harus dipikirkan sebagai "Ha" yang adalah wujud Shiva, yang tidak terhancurkan, Keadaannya murni. Huruf Ha berasal dari kombinasi matahari dan bulan, yang adalah gabungan dari Shiva dan Sakti adalah "Ha" dan juga dinamai "Hamsa". Ini adalah benih dari Kāma. Melalui Vidyā ini, kita dapat mengetahui Tuhan Shiva Tertinggi.
Gabungan ini juga dipahami sebagai keberadaan bersatunya Jivātman dengan Paramātman Tertinggi. Jadi "Ha"berarti Tingkatan Kekal atau Kebebasan Akhir. Ini adalah asal mula dari Śrī Vidyā. Orang yang mengetahui Sri Vidya ini, ia mencapai wujud Rudra. Ia segera membuka kediaman Visnu bahkan mencapai Para Brahman.
Kemudian Mantra kedua, mengagungkan Mahima dari Tripura Devi. Dengan kata "jāta "adalah arti Tuhan Shiva. Ia yang melahirkan Oṁkara pada awalnya disebut "jāta". Itu dapat juga dikatakan Ia menginginkan pada awalnya pengisian dari Kama Nya, ketika Ia baru lahir, Ia disebut "Jāta". Pengetahuan dari Devi Tripura harus dianalisa hati-hati, sama dengan cara menurunkan M Mantra itu ke dalam kata-kata berbeda (menurut Mantra Sastra) semua jenis "Raksa"atau penjaga dapat dialami dari Mantra ini. Hal pertama yang harus dimengerti disini adalah bahwa "Jata" adalah Satu Tuhan, Keberadaan yang Bercahaya. Ini harus diambil sebagai dasar semua Vidya dari Tripura. Ini, juga dimengerti bahwa huruf “Sa”dihubungkan kepada kekuatan Sakti dan huruf “Somam” dihubungkan pada Keadaan Shiva. Siapapun mengetahui ini menjadi terkenal dan penting.
Jadi, Devi Tripura ini diambil sebagai dasar semua Vidya. Karena itu seorang praktisi harus selalu mempelajari Vidya dengan mengucapkan mantranya. Sri Vidya ini adalah perwujudan Kekuatan Shiva dan Sakti. Sri Vidya ini merupakan anggota badan Sri Tripuramba itu sendiri. Vidya yang sama, dipergunakan untuk tujuan meditasi, disebut “Sarvatodhira”.
Sedangkan eksistensi, Sri Cakra Tripura adalah Raja dari semua cakra. Juga sudah dikuasi, dipercaya memberikan anugerah seseorang, apapun yang diinginkan. Sri Cakra dapat dipuja oleh setiap orang, tanpa pembatasan . Cakra itu bukan saja rumah Tripuradevi, juga pintu gerbang untuk mewujudkan Moksa. Para yogi Shiva setelah masuk dengan cepat ke Brahman melalui Sri Vidya, ia akan mencapai Kebahagiaan yang konstan.
Kemudian tarkait hakekat Mantra Anustup Mrtyunjaya. "Tryambakam" (Trayanam Ambakam) berarti "Tuhan ketiga dunia". "Trayanam berarti dari ketiga dunia. "Ambakam" adalah Tuhan, karena itu. "Yajamahe" berarti "Sevamahe" atau melayani. Disamping ini, kata "Mahe" berarti "Mrtyunjaya" atau penghancur kematian. Jadi kata "Yajāmahe" amat penting disini.
Kata "Sughandhim" berarti " "menimbulkan keharuman dari emua bagian". Dan kata "Puśtivardhanam" berarti "makhluk yang menciptakan semua dunia, meresapi semua dunia, merembes semua dunia dan memberi kebebasan kepada semua dunia.
"Urvarukam" berarti "mentimun”. “Urvarukamiva Bandhanāt Mrtyormuksiya māmritāt”. Mentimun diikat oleh tali. Sama halnya umat manusia dan ciptaan lain diikat oleh ikatan Samsara. Disini, berarti memberikan makhluk di bumi dari ikatan Māyā menuju Kebahagiaan Kekal, bagaikan mentimun diberikan kebebasan dari rambatannya.
Orang yang ingin mengatasi kematiannya harus mengulangi Mantra "Mṛtyunjaya" dan seterusnya. Orang yang menginginkan menjadi Rudra, harus menggunakan Mantra “Om Namah Rudraya”. Kemudian pasti akan memperoleh manfaat paling utama darinya.
Kemudian terdapat Mantra lain. “Tad Visnoh Paramam Padam", dan seterusnya. Visnu adalah makhluk yang meresapi seluruh alam semesta. Keadaan tertinggi yang bagaikan langit disebut “Paramam Padam”. “Surayah” berarti sarjana-sarjana atau mereka yang cerdas yang memiliki pengertian terhadap Kenyataan Brahman dan seterusnya. Visnu Tertinggi berada di dalam keadaan semua makhluk. Dengan "berada", kita artikan "Vasati". Jadi, la dipanggil "Vasudeva". Kekuatan 12 kata Sri Vasudeva "Om Namo Bhagavate Vasudevāya" adalah semuanya. Mereka cukup membersihkan seseorang dari dosa-dosa. Yang mengetahui Mantra ini mencapai Brahma-Purusa yang merupakan wujud lanjutan dari ketiga huruf A, U dan M.
Kemudian, kita mendapatkan kekuatan Mantra "Hamsa Suchiśat", dan seterusnya. Ini adalah mantra hebat dari Deva-Surya. Dan Mantra lainnya “Gananam Tvā” adalah Mantra Ganapati. Orang yang mengetahui dan mengulang Mantra Pancayatana ditujukan kepada Sakti, Shiva, Wisnu, Surya dan Ganapati, akan mendapatkan pembebasan langsung dari Devi Tripura.
Di dalam Gayatri, ada empat bentuk. Di pagi hari, Ia disebut Gayatri Siang hari, ia disebut Savitri, Di petang hari disebut Sarasvati. Ia selalu disebut Ajapa ketika Ia memiliki 4 pada (kaki) dengan-Nya. Devi ini memiliki wujud abjad dari huruf "A" sampai huruf "Ksa". Semua Sastra dan dunia dibungkus oleh Devi di dalam wujud ini. Hormat kepada la berulang-ulang.
Lalu bagaimana karmakanda dari pemujaan Tripura. Śakti ini atau Adimaya mengarah kepada Brahman Tertinggi. Brah- man ini adalah Pengetahuan Mutlak, yang juga diistilahnya Paramātman. Keberadaan Tertinggi adalah Yang Mendengar, Yang Mengetahui, Orang Suci, Pemimpin, Yang Memahami dan Purusa Tertinggi yang menghuni di setiap keberadaan sebagai Atma. Semua itu harus diketahui. Tidak ada dunia, tidak bukan dunia, tidak Tuhan, tidak bukan Tuhan, tidak makhluk, tidak bukan makhluk, tidak Brahmin, tidak bukan Brahmin, semuanya. Jadi yang menyinari Nirvana itu disebut Para Brahman.
Pikiran yang memikirkan sesuatu, disebut “Baddha”. Pikiran yang tidak memikirkan sesuatu disebut “Mukta”. Berusahalah selalu, hanya Brah- man itu yang dapat dimengerti. karena itu, setiap orang harus menjaga pikirannya bebas dari memikirkan obyek-obyek duniawi atau meterial.
Solusinya agar pikiran tanpa pemikiran sesuatu, maka seseorang harus mencoba mengendalikan Prananya. Itu merupakan pengetahuan kekal atau abadi. Karena itu, semua yang lain, sama sekali tidak perlu. Tidak ada perbedaan diantara memikirkan dan tidak memikirkan di dalam Para-Brahma. Semua sama disini. Tidak ada apapun dipikirkan dan tidak seorangpun berpikir. Semua adalah Atma, diri yang mutlak, kemudian ia akan mencapai Kebebasan. Karenanya, seorang pencari, shadaka pada akhirnya secara bertahap harus mengerti bahwa Brahman itu bener bener “Membahagiakan” atau anandam.
Lalu bagaimana dengan Brahman?. Ada dua Brahman, namanya Sabda Brahman dan Para Brahman. Orang yang menguasai Sabda Brahman atau omkara, ia akan mencapai Para Brahman. Setelah memperoleh semua pengetahuan melalui buku-buku, bagaikan kulit ari dibuang oleh orang yang hanya menginginkan biji beras. Disinin Keadaan Brahman Tertinggi dijelaskan dalam Upanisad.
Lalu bagaimana aplikasi Sri Vidya sebagai metode shadana efektif yang diprogramkan para Rishi Himalaya , ada beberapa langkah cerdas disetting sebagai berikut, yakni: Pertama: Meditasi pada Sri Cakra untuk mencapai kesadaran tertinggi. Kedua : Pengucapan mantra Sri Vidya, seperti "Sri Lalita Mahatripurasundari Nama" atau "Kameshvari Nama". dan juga gabungan Mantra Veda, Gayatri, Durga Suktam dan Mrithyumjaya. Ketiga: Visualisasi Dewi Lalita dalam bentuk Sri Cakra. Keempat : Pengafirmasi diri dengan energi Dewi Lalita melalui ritual dan mantra.
Adapun Mantra Tantra yang efektif digunakan sebagai upaya koneksi kuat, dengan Sri Vidya dan Sri Cakra adalah “Sri Lalita Mahatripurasundari Nama" Selain itu juga diyakini mantra gabungan 100 suku kata yakni , gayatri mantra, durga suktam dan mrithyomjaya sebagai bagian tak terpisahkan dalam usaha mengoptimalkan anugerah untuk “kesadaran tertinggi” mewujudkan atma saksatkara, kesadaran jati diri Atma.
Sri Vidya itu, diyakini sebagai Kebenaran Tertinggi yang merupakan Pengetahuan Mutlak. Sangat dipercaya, jnana yang absolut itu dapat diketahui melalui Vidya dari Tripura-Tapini- Upaniṣad. Shiva Rudra mengambil wujud penghancur yang ganas dan kemudian membungkus Dirinya Sendiri di seluruh semesta bawah tengah atas, Bhuh, Bhuvah, dan Svah. Kemudian ia yang memiliki kekuatan Adi Sakti itu, meledak keluar dari hati-Nya. Śakti ini disebut Maaya dari Shiva dan Ia dipahami oleh aksara dasar "Hrim". Seluruh semesta ini dibungkus kekuatan sakti dari Shiva. Sejak Ia membungkus alam semesta, Ia kemudian diberi corak sebagai “Tripura". Tripura Śakti yang mengandung Vidya atau jnana itulah disebut “Sri Vidya” yang keberadaanya juga dikontruksi dari Mantra Veda gabungan 100 kata, yakni Gayatri, Durga Suktam dan Mrthyumjaya mantra.
Inggih niki wantah sematra “jnanayadnya” nunas aksmaang lan druwenang sareng para suci, wikan lan prajnan sami. Kompilasi saking: Sadhu Giriramananda, om tat sat om kham brahm omkara om🕉
Suluh Sadhana Edisi 3 ,Januari-Juni 2026





Tidak ada komentar:
Posting Komentar