Narayana Seva di Desa Pering, Blahbatuh


Oleh:
Sadhu Giriramananda




Suluh Sadhana, melakukan “narayana seva”dalam usaha serve all - layani semua dan love all - cintai semua. Seva dihelat di tiga tempat berbeda yakni di Br Perangsada, Banjar Tojan Kanginan dan Banjar Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Tim kecil yang dipimpin Redaktur Pelaksana Suluh Sadhana, Rishi Premadas, Sadhu Giriramanda, dan Yogi Putu Putrawan, diantar langsung Jero Mangku Gede Sudrawan. Penyerahan sembako pertama kepada Ni Made Sukana (70 th) di Banjar Perangsada. Kehadiran rombongan , membuat senyum tuan rumah merekah, sangat bahagia. Tampak juga terharu dan beberapa kali mengucapkan terimakasih. Memang, sejak dua tahun Ni Made Sukana, sudah tidak bisa beraktivitas maksimal, sehingga untuk makan sehari hari pun sulit, di tengah keterbatasan makanan, ia sering dibantu tetangganya, istri Jero Mangku Puseh Nyoman Suladri yang juga seorang serati banten. “Ni Made Sukana, sudah tak bisakerja, sekali kali jika sehat bersih bersih rumput. Titiang sering berbagi makan sehari hari,” ujar jero Nyoman Suladri yang sering ngayah di Srimpu di Sukawati.




Nah, seva kedua ke rumah Ni Nyoman Darti. Keseharianya, Dia didampingi suaminya Wayan Kacong yang masih bisa bekerja di sawah, namun di keluarga itu juga tampak mertuanya Pekak Made Karpa. Mereka hidup bertiga di rumah sederhana itu. Tuan rumah juga menyambut haru dan penuh rasa syukur. Yang paling tua Pekak Karpa , sejauh ini sudah tidak lagi bisa melakukan pekerjaan sehari hari seperti aktivitas terdahulu sebagai tukang penggali sumur. “Ya beginilah kondisi saya saat ini. Kemana mana susah sudah tua, memang dulu saat badan ini masih kuat, pekerjaan thang lebih sering menggali sumur hingga sampai pernah menggali kedalaman 25 meter yang sudah oksigennya tipis,” kenang Pekak Karpa yang tampak sudah renta.

Kemudian seva ketiga di Banjar Pering, Desa Pering, di rumah Desak Made Oka. Ia hidup

bersama suaminya Dewa Nyoman Oka. Saat dikunjungi sedang ke Pura. Suaminya sempat opname di RSUD Klungkung dirujuk dari RS Kasih Ibu, dikatakan suaminya sakit bengkak pada kaki dan dada terutama di sekitar susunya. “Sekarang sudah sembuh, setelah sembuh merasa bosan di rumah, makanya tadi minta meseliahan - ke pura. Sukseme ngih atas budi baiknya, semoga selalu penuh berkah,” ujarnya terharu.


Ketika ditanya motivasi Jero Mangku Gede Sudrawan sering melakukan seva, selain

mengaplikasikan ajaran Sadguru Begawan Satya Sai Narayana, juga ia sering merasa “iba” dengan saudara saudara yang kesulitan hidup dan ekonomi. Motif dirinya melakukan - Narayana Seva - semata ingin meringankan beban saudara yang kesusahan. Awal awalnya seva sempat tidak memberi tahukan istrinya, ia khawatir istrinya marah. Namun, setelah sempat mengajak ke lapangan melihat langsung, ternyata istri pun sudah berubah, “malah sekarang kalau seva, sering ikut.

Saya senang karena apa yang tiang lakukan, didukung oleh istri, Ratu Rishi Premadas, juga sering memberikan thang donasi untuk dibagikan kepada yang layak menerima,” ujar Jero Mangku Sudrawan, yang selain jadi pemangku juga masih bertani menggarap sawah peninggalan orang tuanya. Terkait seva, bukan saja di Desanya yang ada di Kabupaten Gianyar, juga ke Kabupaten Bangli, Klungkung, Karangasem, Bulelang. Dulu pernah bergabung ke komunitas seva seperti Premashanti Seva, Devata Berbagi, dan kelompok peduli seva lainnya. “Namun karena sering thang ada acara, sehingga berbenturan dengan jadwal sendiri, thang sekarang melakukan seva menyalurkan dari temen temen termasuk Ratu Rishi Premadas,” tutup Jero Mangku Gede Sudrawan, yang juga menjadi “Tim Lima” di Yayasan Pengabenan, Swarga Santi.

Dokumentasi kegiatan seva di daerah kabupaten Gianyar

Suluh Sadhana Edisi 3 ,Januari-Juni 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suluh Sadhana Edisi 03

  KATA PENGANTAR Om Swastyastu Jajaran Redaksi sangat berbahagia dan sekaligus mengucapkan puji syukur kepada Hyang Widhi Wasa, karena majal...