Nah, seva kedua ke rumah Ni Nyoman Darti. Keseharianya, Dia didampingi suaminya Wayan Kacong yang masih bisa bekerja di sawah, namun di keluarga itu juga tampak mertuanya Pekak Made Karpa. Mereka hidup bertiga di rumah sederhana itu. Tuan rumah juga menyambut haru dan penuh rasa syukur. Yang paling tua Pekak Karpa , sejauh ini sudah tidak lagi bisa melakukan pekerjaan sehari hari seperti aktivitas terdahulu sebagai tukang penggali sumur. “Ya beginilah kondisi saya saat ini. Kemana mana susah sudah tua, memang dulu saat badan ini masih kuat, pekerjaan thang lebih sering menggali sumur hingga sampai pernah menggali kedalaman 25 meter yang sudah oksigennya tipis,” kenang Pekak Karpa yang tampak sudah renta.
Kemudian seva ketiga di Banjar Pering, Desa Pering, di rumah Desak Made Oka. Ia hidup
bersama suaminya Dewa Nyoman Oka. Saat dikunjungi sedang ke Pura. Suaminya sempat opname di RSUD Klungkung dirujuk dari RS Kasih Ibu, dikatakan suaminya sakit bengkak pada kaki dan dada terutama di sekitar susunya. “Sekarang sudah sembuh, setelah sembuh merasa bosan di rumah, makanya tadi minta meseliahan - ke pura. Sukseme ngih atas budi baiknya, semoga selalu penuh berkah,” ujarnya terharu.Ketika ditanya motivasi Jero Mangku Gede Sudrawan sering melakukan seva, selain
mengaplikasikan ajaran Sadguru Begawan Satya Sai Narayana, juga ia sering merasa “iba” dengan saudara saudara yang kesulitan hidup dan ekonomi. Motif dirinya melakukan - Narayana Seva - semata ingin meringankan beban saudara yang kesusahan. Awal awalnya seva sempat tidak memberi tahukan istrinya, ia khawatir istrinya marah. Namun, setelah sempat mengajak ke lapangan melihat langsung, ternyata istri pun sudah berubah, “malah sekarang kalau seva, sering ikut.Saya senang karena apa yang tiang lakukan, didukung oleh istri, Ratu Rishi Premadas, juga sering memberikan thang donasi untuk dibagikan kepada yang layak menerima,” ujar Jero Mangku Sudrawan, yang selain jadi pemangku juga masih bertani menggarap sawah peninggalan orang tuanya. Terkait seva, bukan saja di Desanya yang ada di Kabupaten Gianyar, juga ke Kabupaten Bangli, Klungkung, Karangasem, Bulelang. Dulu pernah bergabung ke komunitas seva seperti Premashanti Seva, Devata Berbagi, dan kelompok peduli seva lainnya. “Namun karena sering thang ada acara, sehingga berbenturan dengan jadwal sendiri, thang sekarang melakukan seva menyalurkan dari temen temen termasuk Ratu Rishi Premadas,” tutup Jero Mangku Gede Sudrawan, yang juga menjadi “Tim Lima” di Yayasan Pengabenan, Swarga Santi.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar