oleh : Sadhu Giriramannada
Hiduplah
dengan kesucian, mengaplikasikan
secara “membumi” semangat penuh kasih ajaran-ajaran yang terkonstruksi dalam Veda.
Penerapan secara nyata melalui praktek -
membaca Weda (paraayaana)
- melakukan ritual suci Homa
selain juga mewujudkan kultivasi melalui
disiplin astanggayoga lewat Asanas,
Pranayama, Dyana hingga Samadhi.
Model
sinergi pendekatan dwaita dan advaitha.
Itu sejatinya merupakan transformasi komprehensif dan terintegrasi dalam usaha suci dan luhur yakni wujudkan, atma
saksatkara - kesadaran atma .
Di
samping itu, belajar membedakan (diskriminasi) antara yang permanen dan tidak permanen.
Sadarilah selalu Sang
Diri Atma di dalam semua mahluk
hidup, di dalam semua obyek. Sejatinya, wujud nama - nama dan bentuk-bentuk itu
bersifat khayal.
Karena itu, terimalah mereka dengan kesadaran dan penuh kasih. Rasakan bahwa tidak ada yang lain selain Sang
Diri, Atma. Berbagilah apa yang kau
punya- secara fisik, mental, moral atau spiritual dengan sesama. Layanilah sang
Diri dengan afirmasi ketika melayani, bahwa engkau merasakan orang lain,
sesungguhnya tiada lain sejatinya melayani Dirimu sendiri. Cintailah kerabatmu
sebagaimana kau mencintai dirimu sendiri. Luluhkanlah semua perbedaan khayal itu. Singkirkan semua penghalang yang memisahkan relasi antar manusia. Berbaurlah dengan
mereka semua. Berpelukanlah satu sama lain. Mantapkan
hati pada Sang Diri saat engkau berkarya. Inilah intisari dari ajaran-ajaran Veda dan para Rishi Suci
di masa lalu. Inilah kehidupan nyata dan abadi di dalam Ātman. Lakukanlah penuh kesadaran “jnana” dalam upaya memperjuangkan
kehidupanmu to be better every
day, menjadi lebih baik setiap
hari.
Hanya
dengan cara itu, Engkau akan bersinar seperti seorang Yogi yang dinamis yang
tiada lain menjadi seorang Jivanmukta. Jangan ada lagi keraguan tentang hal
ini.
Karena
itu sangat diharapkan kepada semua
orang untuk mempelajari Weda,
merenungkan dan mengucapkan dengan penuh kasih, damai dan sepenuh hati.
Nah,
ketika semua orang mengucapkan mantra - mantra Weda secara serempak dan sepenuh
hati serta dengan harmoni yang sempurna, maka “Brahman” akan terwujud
tepat dihadapan Anda. Sebab, suara Weda itu sangat sakral dan suci, karena itu
setiap orang wajib mengucapkan Weda.
Selain itu aksara , “Aum” sangat layak
diagungkan dalam usaha mewujudkan
"Weda diyakini merupakan bentuk Tuhan yang sesungguhnya,”
atma
saksatkara - kesadaran atma. Om itu merupakan
suara primordial - Tuhan dalam bentuk suara yang bergema abadi, yang
dari Omkara semua Weda terpancar. Weda tidak diciptakan oleh manusia dan Weda tidak
lekang oleh waktu, serta jumlahnya tidak terbatas. Pengucapan mantra
Weda yang tepat menghilangkan noda noda batin dan kesulitan kesulitan hidup
bagi siapa saja yang menchantingkannya.
Pengalaman
esoterik titiang, dulu thang dapat anubawa - pengalaman pribadi langsung - membaca kumpulan mantra mantra yang
hurupnya menyala bersinar kuning dan biru, ternyata belakangan baru tahu itu adalah
mantra mantra kumpulan formulasi
Weda.
Om tat sat om kham brahma omkara om .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar