Kejahatan “Bayang Bayang” Kebaikan



Oleh: Ida Nabe Shri Bhagavan Agni Yogananda

“Kamu mengetahui bahwa aku tidak akan melukai kamu karena kamu telah jatuh di kakiku.Aku dilahirkan dalam keluarga yang menjunjung etika. Aku tidak akan menyakiti pemohon.Tetapi kamu menyukai adharma dan dengan demikian aku memerintahkan kamu pergi dari sini. Kamu harus tidak ada lagi disini,dinegeri tempat aku memerintah,”.

Demikianlah sebuah adegan ketika Kali melepaskan kamuplase alias samarannya di kaki Raja Parikesit, sembari memohon kemurahan hati dari anak Abhimayu dan Cucu Arjuna itu. “Aku tidak bisa membiarkan kehadiranmu di sini. Sekali engkau diberi kesempatan untuk tinggal, maka rekanmu akan segera bergabung,” sambung Raja Parikesit

Engkau. lekat dengan ketamakan, kebohongan, pencurian, kejahatan, kemunafikan, pertengkaran, singkatnya semua yang menyebabkan kebencian dan keburukan. “Karena itu Aku tidak ingin kamu ada di dalam kerajaanku,” tambah sang Raja.

Dengan menggigil ketakutan Kali kemudian berkata: “Raja, seluruh bumi engkau kuasai. Lalu kemana aku harus pergi? Tuhan yang menciptakan kebaikan itu. Jadi kejahatan itu hanyalah bayang bayang kebaikan. Aku harus ada disuatu tempat karena aku telah diciptakan.

Katakan kemana aku harus pergi dan aku akan mematuhinya. Raja kemudian mempertimbangkan kata katanya dan bersabda “Apa yg kamu katakan benar. Kamu dapat pergi dan tumbuh dengan subur dimana Tuhan dilupakan. Kamu bisa pergi dimana ada yang berjudi, mabuk, penuh gairah dan keinginan, hasrat membunuh, hoax, menebar kebencian dan fitnah.

Kali berkata lagi :"Katakan kepadaku tempat tinggal dimana semua itu ada dan aku akan pergi kesana "

"Harta, Emas" ujar Sang Raja. Harta itu pastinya akan menyebabkan ketamakan, kebohongan, keangkuhan, gairah, kebencian juga kebengisan. Harta dan Emas akan menjadi tempat dimana kamu akan tinggal".

Kali pergi menjauh dari pertemuan itu kesebuah tempat yang ditunjukkan. Inilah alasan mengapa kaum bijaksana mengatakan bahwa Kamini dan Kancana keduanya merupakan musuh yang mengerikan. Mereka berbaring didalam masa penantian untuk menghancurkan manusia.

Kata kata yang diucapkan Kali adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Ia menegaskan bahwa keberadaan dirinya juga bagian dari ciptaan Tuhan, sehingga ada suatu tujuan dibalik penciptaannya. Kali hidup di tempat dimana Tuhan dilupakan.

Benar Apa yang diucapkan Dewi Kunti, istri Raja Pandu, dan ibu dari Yudisthira, Bhima dan Arjuna. "Tuhan,beri kami kemalangan sehingga kami senantiasa berpikir tentang Engkau".

Kemurnian hakekat Manusia itu akan hilang didalam kenikmatan kesenangan duniawi. Jika sukses dalam hidup ,ia menganggap semua berasal dari dirinya. Egoisme pun muncul. Sehingga ia lupa melakukan kebaikan termasuk menghormati orang lain. Sebaiknya ketika gangguan datang, kesusahan, demikian juga penderitaan dihadapi, maka akan melelehkan Ego itu.

Bilamana sesuatu “ pride” / kebanggaan diraih, maka ego maju dan menguasai. Tetapi ketika merasakan ada kegagalan, ego pun akan didorong kebelakang, dan akan memunculkan kerendahan hati.

Ego menghentikan dirinya sepenuhnya ketika dengan tulus, legowo menyadari kekalahan itu. Dia kemudian merasakan Tuhan selalu hadir. ia senantiasa merenungkan Tuhan dalam pikiran walau dalam gangguan. Karena itu, Kali mengartikan ada sesuatu tujuan dibelakang penciptaan dirinya. Manakala orang masuk kedalam kejahatan dan melupakan Tuhan sepenuhnya, maka Kali membantu mereka. Kehadiran Kali itu, sejatinya menyelamatkan jiwa. Benar apa yang dikatakan Kali. “Kejahatan tidak lain adalah bayang bayang kebaikan".

Īśā Upaniṣad, Sloka 11

विद्यां चयविद्यां यस्तद्वेदोभयँ सह अविद्यय मृत्यां तीर्त्या विद्ययऽमृतमश्नयते

Vidyāṁ cāvidyāṁ ca Yas tad vedobhayam saha Avidyayā mṛtyuṁ tīrtvā Vidyayā amṛtam aśnute

Dia yang memahami pengetahuan dan ketidaktahuan secara bersamaan, melalui ketidaktahuan ia melampaui kematian, dan melalui pengetahuan ia mencapai keabadian.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suluh Sadhana Edisi 02

  Kata Pengantar Om Swastyastu Pembaca yang budiman Di rimba sunyi, jiwa mencari terang, bukan obor dunia, benderang sesaat hilang. Tetapi S...